FOTO RONGSOKAN NAZI JERMAN

Rongsokan
pesawat Messerschmitt Bf 109 F-4 “weiß 4” (werknummer 7187) milik
Feldwebel Fritz Dinger dari 4.Staffel/Jagdgeschwader 53 (Ritterkreuz 23
Desember 1942; KIA 27 Juli 1943 oleh pecahan ledakan). Pada tanggal 5
Oktober 1941, setelah menderita kerusakan dalam pertempuran udara,
Feldwebel Dinger mendaratkan pesawatnya tanpa roda di dekat Sologubowka,
40 kilometer sebelah tenggara Leningrad, tak jauh dari Mga. Ini terjadi
sebelum salju pertama turun. Karena pesawatnya tak buru-buru diambil
untuk diperbaiki, maka dia sudah tertutup salju saat musim dingin mulai
melanda pertengahan Oktober. Hal ini tentu saja menjadi pemandangan yang
menarik bagi setiap prajurit Jerman yang melintas, sehingga muncullah
beberapa foto yang memperlihatkan pesawat Feldwebel Dinger yang
teronggok di daratan. Menarik diperhatikan bahwa dalam foto pertama
(atas) kita tidak terlalu melihat adanya pita kuning yang biasa nongol
di bagian badan serta penutup mesin pesawat-pesawat Luftwaffe Front
Timur. Ini karena kurangnya pancaran sinar matahari langsung. Sementara
itu, foto di bawahnya pita kuningnya kentara kelihatan karena sinar
matahari menerpa dengan terangnya. Perhatikan juga bentuk tidak biasa
dari nomor taktis pesawat. Di bagian sayap ekor terdapat baris
kemenangan (abschußbalken) berjumlah 10 buah yang diraih Feldwebel
Dinger dari sejak bermulanya invasi Jerman atas Rusia
Pada
tanggal 26 Juli 1941 di awal kampanye Jerman di Rusia, Feldwebel
Heinrich Klöpper dari 11.Staffel/IV.Gruppe/Jagdgeschwader 51 dipaksa
untuk mendaratkan pesawatnya (Messerschmitt Bf 109 F-2 “Rote 1”) secara
darurat di wilayah Smolensk. Perhatikan tanda ‘+’ yang hanya dipakai
sebagai lambang IV. Gruppe dari JG 51. Pada saat ini Cuma ada delapan
baris kemenangan yang terlihat di stabiliser vertikal, dan tak lama
angka ini akan bertambah. Heinrich Klöpper meraih 94 fliegerabschüsse
sampai dengan saat kematiannya pada tanggal 29 November 1943, dimana
pada saat itu dia menjabat sebagai Staffelkapitän dari 7./JG 1. 82 dari
jumlah kemenangannya diraihnya bersama JG 51 (Ritterkreuz tanggal 4
September 1942). Tidak terlalu jelas apakah laporan pendaratan darurat
sebuah Bf 109 F-2 (Werknummer 8945) dari 11./JG 51 dengan 80% kerusakan
pada tanggal 27 Juli 1941 identik dengan pendaratan daruratnya Feldwebel
Klöpper tanggal 26 Juli 1941. Yang jelas, foto di atas tidak
memperlihatkan kerusakan sampai 80%!
Foto
Messerschmitt Bf 109 E-3 “schwarz 2” (Werknummer 703) dari 2.(J)/LG 2
yang diambil di wilayah Luik/Liege tak lama setelah ofensif di Barat
tanggal 10 Mei 1940. Pesawat ini kemungkinan adalah Bf 109 milik
Unteroffizier Friedrich Möller yang, setelah pulang dari sebuah misi
tanggal 10 Mei 1940, terpaksa harus mendarat darurat tanpa roda karena
kekurangan bahan bakar. “Emil” satu ini mempunyai cat kamuflase standar
tahun 1940 serta lambang “topi miring” milik 2.(J)/LG 2. Pesawat
tersebut lalu dikirim kembali ke pabrik Erla di Leipzig tanggal 3 Juni
1940 dengan kerusakan sebesar 23%. Setelah mendapat perbaikan dia lalu
diterbangkan oleh Hauptmann Josef Fözö, Gruppenkommandeur II./JG 51, di
musim gugur tahun 1940
Konvoy
kendaraan RAF melintasi sebuah rongsokan pesawat transport Junkers Ju
52 yang hancur di Gabes (Tunisia) ketika lapangan udara ini direbut
oleh Inggris bulan Maret 1943
Pada
saat Jerman menginvasi Uni Soviet di musim panas 1941, pesawat I-153
“Chaika” tak lagi dipandang sebagai sebuah lawan yang sepadan untuk
pemburu-pemburu modern Luftwaffe meskipun tetap dipandang sebagai
pesawat yang signifikan bila dilihat dari segi jumlahnya. Pada tanggal
22 September 1940 terdapat 1.549 buah I-153 yang ditempatkan di Distrik
Militer Barat. Lebih dari 50% jumlah ini hancur di darat atau dianggap
tak layak operasional hanya dalam beberapa hari pertama peperangan! Foto
di atas memperlihatkan dua buah “Chaika” yang ditemukan oleh pasukan
Jerman yang sedang bergerak maju. Badannya dicat perak yang merupakan
bawaan pabrik sementara panel-panel besinya dicat abu-abu pucat.
Perhatikan versi awal dari bintang Soviet dengan pinggiran hitam tipis
dan lingkaran hitam di tengahnya. Lambang bintang yang sama di bagian
samping badan telah dibawa kabur oleh pemburu suvenir!
Sebuah
rongsokan bekas terbakar dari pesawat SB-2bis Soviet di Rusia. SB-2bis
berbeda dengan varian pendahulunya dalam hal mesin M-103 yang
digunakannya, yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 130 HP sehingga
lebih besar dari mesin M-100 dari SB-2. SB-2bis juga mempunyai tangki
bahan bakar yang lebih besar sehingga lalu digunakan sebagai bomber
medium andalan Angkatan Udara Soviet dalam awal-awal perang melawan
Jerman. Pesawat yang terlihat dalam foto ini kemungkinan telah ditembak
jatuh. Baling-baling depannya yang mencong menunjukkan bahwa dia
mendarat darurat dengan mesin masih menyala. Perhatikan garis demarkasi
melengkung yang tidak biasa yang memisahkan antara dua warna kamuflase
badan yang berbeda di bagian belakang!
Seorang
prajurit GI Amerika memandangi mayat seorang tentara Jerman yang
terbaring di belakang sebuah rongsokan SdKfz 251 Ausf.D
schützenpanzerwagen (tahun 1944). Si prajurit memegang senapan mesin M3
"Grease Gun", sementara SdKfz-nya mempunyai nomor registrasi SS yaitu S
926256 dan merupakan kepunyaan 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS
Adolf Hitler". Di latar belakang tampak rongsokan lain dari NSU
Kettenkrad HK-101 (SdKfz 2) yang teronggok di depan stasiun kereta api
Mortain. Kendaraan Jerman ini di-K.O. oleh senjata anti-tank 57mm
(Sergeant Miller Rhyne) dari 120th Infantry-Regiment/30th US
Infantry-Division dan senjata anti-tank 3" dari elemen-elemen peleton
pertama, A Company, 823rd TD Battalion

Komentar
Posting Komentar